Tips Menyimpan Produk Perawatan Kulit dan Wajah

Hai hai haai… lama tak posting artikel di sini ^^. Kali ini saya ingin posting artikel mengenai cara menyimpan produk perawatan kulit dan wajah. Yang namanya perawatan kulit dan wajah sebenarnya bukan hanya untuk wanita saja. Pria pun butuh perawatan untuk kesehatan kulit dan wajahnya. Namun tentu saja produk yang digunakan berbeda antara wanita dan pria, karena jenis kulit yang dimiliki pria itu umumnya berbeda dengan jenis kulit wanita. Makanya sekarang banyak bermunculan berbagai produk perawatan kulit dan wajah khusus pria.

Pemakaian produk perawatan kulit dan wajah ini berbeda-beda untuk setiap orang. Ada yang awet penggunaan, ada juga yang beberapa kali pakai langsung habis. Yups, karena ada yang rutin menggunakannya, ada juga yang cuma pakai produk perawatan β€œbila ku ingat” saja, hehe, jadinya awet deh tuh produknya. Misalnya krim atau pelembab wajah yang oleh beberapa orang hanya digunakan saat ia akan pergi keluar rumah atau menghadiri acara saja. Ada juga yang rajin mengaplikasikan produk perawatan kulit dan wajah setiap habis mandi.Lanjutkan membaca “Tips Menyimpan Produk Perawatan Kulit dan Wajah”

Apa yang Harus Kita Lakukan dalam Menghadapi MEA?

Pernah dengar kata MEA atau Masyarakat Ekonomi Asean? Atau dalam boso londo-nya Asean Economic Community (AEC). Mungkin kamu sering baca di berbagai media mengenai hal ini. Namun sebaiknya saya jelaskan saja sedikit, paling tidak pengertian dari MEA ini ya πŸ™‚Lanjutkan membaca “Apa yang Harus Kita Lakukan dalam Menghadapi MEA?”

#Ngopi4Gplus, Pentingnya Jaringan 4Gplus untuk Membuat Konten Kreatif

Jaman sekarang, semuanya sudah serba digital. Teknologi berkembang begitu pesatnya, bahkan masyarakat pun ‘dipaksa’ untuk melek teknologi jika tidak ingin ketinggalan informasi. Bicara mengenai teknologi informasi, banyak orang yang mulai tertarik, bahkan berlomba-lomba untuk masuk ke jaringan 4G. Jaringan 4G diminati karena dapat memudahkan, dan juga menghemat waktu para penggunanya. Pemerintah sendiri sedang giat-giatnya mendorong agar Indonesia bisa lebih maju lagi dalam dunia digital.

Dengan mengusung tema Ngopi (Ngobrolin Peristiwa Informasi Teknologi) bersama IM3 Ooredoo be creative, detikinet  menyelenggarakan sebuah talkshow berkenaan dengan teknologi 4G pada Kamis kemarin, tepatnya tanggal 25 Februari 2016 di Brewerkz, Crystal Lagoon Senayan City, Jakarta Selatan.


Mas Sultan SatriaMas Sultan Satria sebagai Manager Data Service Product Marketing Indosat Ooredoo, hadir untuk menjelaskan mengenai teknologi 4Gplus dari Indosat Ooredoo. Sejak tahun 2012 hingga tahun 2015, Indosat sudah mulai mengembangkan jaringannya. Mulai dari 3G, Super Wifi, Super Internet, hingga sampai ke 4Gplus.

Dari total populasi peduduk Indonesia, yaitu sekitar 259,1 juta jiwa, sekitar 88,1 juta diantaranya aktif menggunakan internet, dan 79 juta diantaranya aktif menggunakan sosial media. Untuk pengguna mobile diperkirakan sekitar 326,3 juta, yang berarti jumlahnya lebih dari 125% dari populasi penduduk Indonesia. Artinya tiap 1 orang bisa menggunakan lebih dari 1 perangkat. Sedangkan yang aktif bersosial di mobile terdapat sekitar 66 juta orang.

Penggunaan jaringan internet terus meningkat hingga 15% tiap tahunnya. Begitupun dengan pengguna sosial media yang meningkat hingga 10%, 2% untuk pengguna mobile, dan 6% untuk yang aktif bersosial media via mobile. Dari keseluruhan pengguna internet, 43% diantaranya menggunakan smartphone, dan sisanya menggunakan tablet, IPad, dan lain-lain.

Indosat Ooredoo terus memberikan pengalaman digital terbaiknya bagi masyarakat Indonesia, hingga kemudian berhasil menjadi operator dengan kecepatan tertinggi di tujuh lokasi, untuk download (hingga 46,99 Mbps) dan upload (hingga 23,81 Mbps). Ini dibuktikan oleh sinyal.co.id, sebuah perusahaan independen yang mencoba menguji kecepatan download dan upload menggunakan 3 operator di tujuh lokasi berbeda.

Di tahun 2016 Indosat sudah menargetkan akan menempatkan jaringan 4G-nya ke lebih dari 40 kota di Indonesia, dengan lebih dari 7000 site. Untuk itu Indosat berencana akan menjangkau 5 juta orang pengguna tiap bulannya. Kecepatan akses pun terus ditingkatkan, hingga saat ini sudah mencapai 185 Mbps.

Apa sih 4Gplus? Jika kita melakukan upload, streaming atau download di jaringan 3G, biasanya akan memakan waktu sekitar 25 detik, atau untuk nonton video bisa buffering. Nah, jika menggunakan 4Gplus tak ada lagi masalah buffering, untuk proses upload dan download juga menjadi lebih cepat.

Kenapa dinamakan 4Gplus? Karena Indosat Ooredoo bukan hanya sekedar memberikan jaringan 4G saja, namun juga ada plus manfaat yang bisa didapatkan oleh penggunanya.

Indosat Ooredoo menghadirkan layanan Paket Freedom Combo bagi pelanggannya. Untuk paket ini pengguna GSM akan mendapatkan double kuota, plus bebas nelpon & SMS sepuasnya. Masih belum percaya untuk penggunaan Free Unlimited Nelpon & SMS?

Nah, Mas Sultan pun meminta peserta yang sudah menggunakan Paket Freedom Combo untuk membuktikannya, dengan mencoba menelpon ke peserta lainnya yang menggunakan provider yang sama. Dan terbukti bahwa aktivitas menelpon dan SMS yang telah dilakukan tidak mengurangi pulsa peserta tersebut.

Pembuktian bebas nelpon dan SMS sepuasnya

Karena namanya freedom maka selain bisa bebas nelpon, bebas bicara dan SMS-an, Indosat Ooredoo juga memberikan sebuah layanan baru berupa kebebasan transportasi. Indosat menyediakan shuttle bus for free! Rute yang bakal dilalui  untuk wilayah Jakarta bisa di cek di sosial medianya Indosat Ooredoo, karena tiap hari ada rutenya masing-masing.

Bus ini terbuka bagi siapa saja, pengguna ataupun bukan pengguna Indosat Ooredoo dapat dengan bebas untuk menikmati bus ini. Layanannya pun tidak tanggung-tanggung, di dalam bus ada ‘pramugari’ yang akan menyediakan softdrink bagi para penumpang.

Oya, balik lagi ke Paket Freedom Combo. Di dalam paket ini, pengguna juga dapat memilih paket mana yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Ada 4 macam pilihan yaitu Paket M, L, XL, dan XXL.

  • Paket M : 59 ribu, 1GB + 1GB, Bebas Nelpon dan SMS sepuasnya ke sesama pelanggan Indosat Ooredoo selama 24 jam tanpa batas.
  • Paket L  : 99 ribu, 3GB + 3GB, Bebas Nelpon dan SMS sepuasnya ke sesama pelanggan Indosat Ooredoo selama 24 jam tanpa batas.
  • Paket XL  : 149 ribu, 5GB + 5GB, Bebas Nelpon dan SMS sepuasnya ke sesama pelanggan Indosat Ooredoo selama 24 jam tanpa batas.
  • Paket XXL : 199 ribu, 10GB + 10GB, Bebas Nelpon dan SMS sepuasnya ke sesama pelanggan Indosat Ooredoo selama 24 jam tanpa batas.

Agar dapat menggunakan layanan 4Gplus, tentulah pengguna harus memiliki perangkat mobile yang sudah mendukung di jaringan 4G. Untuk itulah Indosat Ooredoo menyediakan beragam pilihan smartphone dengan harga yang terjangkau, mulai dari harga 889 ribu rupiah.

Tertarik? Bagaimana caranya untuk bisa menikmati layanan ini? Indosat Ooredoo punya 4 langkah mudah untuk dapat menikmati layanan 4Gplus, yaitu :

1. Pertama, dapatkan USIM 4Gplus dari Indosat Ooredoo.

Bagi yang masih ingin menggunakan nomor Indosat Ooredoo-nya yang lama, bisa mendapatkannya dengan cara upgrade USIM-nya. Caranya?

– Indosat Ooredoo memiliki lebih dari 350 gerai di seluruh Indonesia. Pelanggan bisa mendatangi langsung gerai-gerai Indosat Ooredoo yang tersedia.

– Lalu juga ada Mobile Agent. Bagi pelanggan yang jauh dari lokasi gerai, bisa menggunakan layanan Mobile Agent yang tersebar di mana-mana, seperti di kafe-kafe, mal, kampus, dan tempat-tempat umum lainnya. Lokasi Mobile Agent bisa di search di www.indosatooredoo.com/mobileagent. Tersedia lebih dari 1000 Mobile Agent yang siap membantu meng-upgrade USIM pelanggan dari 3G ke 4G dalam waktu tak lebih dari 5 menit.

– Atau bisa juga dengan cara menghubungi call center Indosat Ooredoo. Terdapat lebih dari 2000 ahli digital yang akan melayani para pelanggan Indosat Ooredoo.

2. Kedua, pastikan perangkat yang digunakan mendukung untuk 4G.

3. Ketiga, pastikan terdaftar dalam Paket Freedom Combo.

4. Keempat, pastikan berada dalam jangkauan jaringan 4Gplus.

 

Untuk mengetahui bahwa perangkat yang digunakan sudah 4G atau tidak, pelanggan bisa memeriksa sendiri, dengan cara menekan *123*46# atau dengan cara SMS ke 363. Cara kedua, bisa juga dengan download aplikasi Indosat myCare di Play Store. Di aplikasi ini pelanggan dapat dengan mudah memeriksa kuota data, sisa kredit, masa aktif SIM Card, dan lain sebagainya. Untuk informasi lebih lengkapnya bisa dibaca di www.indosatooredoo.com/4Gplus.

Bagi yang suka berkreasi dengan membuat konten-konten menarik, seperti video dan musik, maka kecepatan jaringan sangatlah penting. Seperti yang diutarakan oleh Rini Wulandari yang turut hadir sebagai bintang tamu di acara #Ngopi4Gplus.

Sebelum mengungkapkan pendapatnya mengenai pentingnya jaringan yang cepat, Rini perform dengan menyanyikan lagu ‘Oh, Baby’ yang merupakan salah satu dari lagu single keduanya. Rini mengatakan bahwa lagu ‘Oh Baby’ ini berawal dari sosial media.

Sosial media sangat penting bagi Rini. Di jaman sekarang ini, sosial media merupakan sebuah media promosi yang bisa dilakukan sesuka hati dan juga murah. Dari sosial media ini jugalah Rini mendapatkan banyak feedback dari followers-nya. “Dan sosial media ini bisa dijadikan sebagai batu loncatan untuk maju ke media yang lebih besar lagi,” ungkap Rini.

Jika ingin serius meng-upload musik atau video ke you tube, sosial media, ataupun ke blog, tentu membutuhkan kuota yang lumayan besar. Agar proses upload bisa berjalan lancar, musti menggunakan jaringan tercepat 4G. Cepat, Tepat, dan Akurat! Itulah 3 kata yang bisa mewakili 4Gplus menurut Rini.

Denis AdhiswaraDenis Adhiswara yang merupakan seorang aktor terkenal Indonesia, dan sekarang juga bekerja di Layaria – sebuah  perusahaan online video influencer – menyetujui hal ini. Menurutnya dengan adanya jaringan 4Gplus, ia menjadi lebih mudah dalam mengkreasikan video-video yang dibuatnya.

Masyarakat Indonesia sangat suka jika dapat terhubung dengan teman atau rekan-rekannya dengan cara yang fun dan cepat. Dan Facebook merupakan media yang paling banyak digunakan hingg saat ini, karena Facebook dianggap lebih mudah dan praktis. Setelah Facebook, barulah Instagram, Twitter, dan Path.

Berbagi foto dan video pun mulai diminati saat ini, dengan tersedianya fitur tersebut di sosial media. Sponsorpun lebih menyukai mengiklankan produk mereka lewat video karena dianggap lebih mudah di mengerti dan lebih cepat mempengaruhi penonton.  

Namun begitu, sponsor juga punya ketakutan jika ternyata nama brand-nya tidak tampil dalam video tersebut, untuk itulah mereka melakukan policy control.  Menurut Denis, tidak perlu takut jika nama brand tidak muncul dalam video, karena jika keseringan muncul malah membuat video yang kita buat, jadi seperti iklan. Sehingga video kita akan kehilangan passion atau soul-nya.

Membuat video yang menarik tanpa perlu menampilkan brand-nya adalah dengan cara membuat penonton aware dengan brand tersebut, tapi jangan sampai kelihatan bahwa video itu adalah iklan.

Buatlah video itu seperti film pendek atau cerita yang mengalir, yang membuat penonton seolah-olah sedang menonton sebuah cerita, bukan iklan. Bisa saja kita menampilkan nama brand, tapi jangan sampai penonton sadar bahwa video tersebut disponsori oleh brand tersebut.

“Carilah niche topic yang kita suka. Akan lebih baik punya follower sedikit tapi setia, dari pada punya banyak tapi cuma ‘sambil lewat’ alias tidak begitu tertarik,” saran Denis.

Nah, bagaimana caranya membuat film atau cerita yang bisa membuat penonton tertarik untuk menonton? Tentu saja dengan membuat konten yang menarik. Coba perhatikan contoh video di bawah ini.

 

Menurut Denis, ada 5 faktor yang perlu diperhatikan saat membuat konten video kreatif menjadi menarik, agar orang mau menonton, mau share, dan mau subscribe, yaitu :

1. Relevance.

Bikinlah video yang membuat penonton berkata ‘Ini gue banget!’, dan bukan sekedar memuji si pembuat video, sehingga penonton akan dengan senang hati nge-share video tersebut.

2. Reach.

Kita membuat video tentu dengan tujuan agar ada yang menonton, ada view. Ini bisa dilihat dari jumlah rata-rata view dari sebuah periode tertentu.

3. Engagement.

Hal yang paling penting adalah seberapa seringnya penonton berinteraksi dengan konten video yang kita buat, seberapa banyak yang memberi komentar dan nge-share. Ini bisa dilihat dari total penayangan dan interaksi.

4. Influence.

Seberapa tertarikkah penonton terhadap video yang kita buat. Apakah dia men-share video kita, bahkan jadi berlangganan video kita.

5. Consistency.

Konsisten dengan video yang kita buat. Misalnya selalu tayang di waktu atau di jam-jam tertentu, dan video tersebut punya identitas sendiri. Hal ini harus selalu konsisten dilakukan tiap kita akan menayangkan video tersebut.

Untuk bisa membuat sebuah konten video menjadi viral bukanlah hal yang mudah, butuh yang namanya multiplatform strategy. Misalnya sebuah video di Amerika yang baru viral setelah tampil di The Ellen DeGeneres Show. Jadi, manfaatkan semua platform yang ada untuk membuat konten bisa tersebar luas. Serta kenali juga karakter platform yang digunakan, sebagai tempat untuk meng-upload video tersebut.

Bagaimana caranya agar bisa punya banyak follower? Cara yang paling mudah adalah dengan membuat mini quiz. Jangan coba-coba untuk membeli jasa follower, karena itu tidak akan ada manfaatnya.

Lalu seberapa lama durasi yang sebaiknya diterapkan untuk membuat sebuah video kreatif yang menarik? Menurut Denis, durasi tidak terlalu penting selama konten videonya menarik. Namun, berbeda jika video yang kita buat adalah untuk iklan di YouTube.

Ada aturan tersendiri yang perlu diperhatikan jika ingin membuat video iklan di YouTube, yaitu aturan 5 second roll pertama. Karena kebanyakan penonton biasanya akan langsung meng-skip iklan yang muncul setelah waktu 5 detik tersebut.  

Untuk itu, jika kita mampu membuat video yang menarik di 5 detik pertama, maka ada kemungkinan penonton tidak akan menekan tombol skip secara terburu-buru. Denis menyarankan agar untuk 5 second roll  pertama ada informasi baru, baik itu dalam bentuk lisan maupun visual. Contohnya bisa dilihat pada iklan sebuah perusahaan asuransi Geico di YouTube.

Agar lebih jelas lagi bagaimana cara membuat video di YouTube, bisa klik Creators yang terdapat di bagian paling bawah pada YouTube.com. Jika mau, kadang mereka menyediakan kelas online-nya juga, gratis dan ada sertifikatnya.

Berkat kerja keras yang dilakukannya, Denis sudah banyak menelorkan konten video kreatifnya. Videonya kemudian di share ke sosial media, salah satunya adalah instagram. Cuma untuk di Instagram, ada keterbatasan durasi, yaitu tidak lebih dari 15 detik. Sedangkan di YouTube dan Facebook, punya durasi yang lebih panjang.

Namun menurut Denis, akun sosial media akan lebih cocok buat orang-orang yang ingin mendapatkan traffic yang tinggi pada minggu pertama saja. Sedangkan YouTube lebih cocok untuk orang-orang yang membangun katalog kontennya, agar bisa ditonton di kemudian hari. Kelebihan lainnya, YouTube juga mempunyai sistem pencarian yang bagus pada mesin pencari.

Apapun kreativitas yang ingin kita lakukan, mau bikin video yang menarik, musik yang indah, konten blog yang baik, foto atau gambar yang bagus, atau apapun itu, asal dilakukan dengan sungguh-sungguh, mencoba saran dan tips dari ahlinya, serta di dukung dengan jaringan yang kuat dan kencang, pasti akan memberikan hasil yang maksimal.

Acara pun ditutup dengan mendengarkan suara indah dari Rini Wulandari yang menyanyikan lagu ‘Rapuh’. Lalu dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari detikinet untuk bintang tamu dan narasumber yang hadir pada acara #Ngopi4Gplus.

Terima kasih pada narasumber yang telah membagikan ilmunya, dan juga pada detikinet yang telah menyelenggrakan acara yang sarat manfaat ini. Semoga dapat bertemu lagi di acara Ngopi bareng detik,  dengan topik menarik lainnya πŸ™‚

Foto bersama (ki-ka) Denis, Karel, Rini, dan Mas Sultan

 

Sumber Foto dan Video : Pribadi

Ada Apa dengan GMT 2016?

Ada Ada Dengan Cinta? Itu merupakan judul sebuah film yang sempat fenomenal dulu, eh mungkin sampai saat ini masih ya? Karena saya dengar bakal ada seri kedua dari film ini. Namun kabar ini sepertinya tenggelam dengan mengorbitnya kabar mengenai Gerhana Matahari Total (GMT) yang tak lama lagi bakal muncul.

Nah, ada apa dengan GMT? Dari ilmu yang pernah saya dapatkan sewaktu duduk di bangku Sekolah Dasar dulu, gerhana matahari terjadi pada saat posisi bulan berada tepat diantara matahari dan bumi, sehingga sinar matahari yang menyinari bumi tertutup oleh bulan. Untuk GMT, piringan matahari tertutup sepenuhnya oleh piringan bulan.

Kenapa piringan bulan bisa sama besar dengan piringan matahari? Bukankah matahari mempunyai piringan sekitar 400 kali lebih besar dari bulan? Hal ini terjadi karena jarak bulan yang lebih dekat dengan bumi, yaitu sekitar 384.400 kilometer, daripada jarak antara matahari dengan bumi, yaitu sekitar 149.680.000 kilometer. Sehingga piringan bulan terlihat sama besar dengan piringan matahari dari permukaan bumi.

Berdasarkan jatuhnya bayangan dan jarak antara bulan ke bumi saat peristiwa gerhana ini terjadi, maka ada 4 jenis gerhana matahari yang bisa terjadi, yaitu Gerhana Matahari Total, Gerhana Matahari Sebagian, Gerhana Matahari Cincin, dan Gerhana Matahari Hybrid.

Gerhana Matahari Total terjadi pada saat sinar matahari tertutup seluruhnya oleh bulan, sedangkan untuk Gerhana Matahari Sebagian, sinar matahari hanya tertutup sebagian oleh bulan.

Gerhana Matahari Cincin terjadi pada saat ukuran piringan bulan lebih kecil dari ukuran piringan matahari, sehingga pada pinggiran bulan nampak cahaya matahari berbentuk seperti cincin.

Untuk Gerhana Matahari Hybrid terjadi pada saat di satu wilayah terjadi Gerhana Matahari Total, sedangkan pada wilayah yang lain terjadi Gerhana Matahari Cincin.

Bicara mengenai Gerhana Matahari, saya jadi ingat sebuah cerita rakyat yang pernah saya baca waktu kecil dulu. Dalam buku tersebut diceritakan bahwa gerhana terjadi karena seorang raksasa bernama Rahu telah menelan matahari (Bathara Surya/ Dewa Matahari) dan bulan (Bathara Soma/ Dewa Bulan) karena kebenciannya pada kedua dewa tersebut.

Kebencian Rahu pada Dewa Matahari dan Dewa Bulan ini terjadi saat ia ketahuan oleh keduanya menyamar menjadi dewa, dengan maksud agar ia dapat meminum air keabadian yang hanya diperuntukkan bagi para dewa.

Dewa Wisnu yang menerima laporan dari kedua dewa tersebut buru-buru melemparkan senjatanya ke arah leher Rahu, bertepatan pada saat Rahu  hendak  meminum air keabadian. Senjata Dewa Wisnu langsung memotong leher Rahu, dan memisahkan badan dengan kepalanya.

Namun kepala Rahu yang terlanjur meminum air keabadian sudah menjadi abadi. Sedangkan tubuhnya mati dan jatuh ke bumi, lalu berubah menjadi lesung. Kepala tanpa tubuh tersebut kemudian melesat ke angkasa dan mengejar Dewa Matahari dan Dewa Bulan.

Saat Dewa Matahari dan Dewa Bulan tertangkap, Rahu akan memakannya. Dan saat itulah bumi menjadi gelap (gerhana). Masyarakat pun percaya dengan memukul-mukul lesung yang merupakan perubahan wujud dari tubuh Rahu akan membuat kepala Rahu pusing, dan kemudian akan memuntahkan kembali Dewa Matahari dan Dewa Bulan.

Kakak saya yang saat ini tinggal menetap di Palembang mengungkapkan hal yang sama tentang kisah tersebut. Bahwa di dusun tempat ia tinggal, masyarakat masih mempercayai cerita ini. Tiap terjadi gerhana, masyarakat akan langsung memukul-mukul kentongan atau batang pohon kelapa, berharap agar kampung mereka terhindar dari bencana.

Ini masih satu kisah yang berhubungan dengan Gerhana Matahari, banyak lagi cerita dan mitos lainnya. Bukan hanya di Indonesia saja, negara lain pun memiliki cerita rakyat dan mitosnya sendiri terkait dengan gerhana ini.

Saya juga ingat, waktu terjadi Gerhana Matahari Cincin saat kecil dulu, saya dilarang untuk melihat langsung ke arah matahari, karena dapat membahayakan mata. Benarkah?

Ternyata menurut hasil riset, menyaksikan langsung Gerhana Matahari Total dengan mata telanjang dapat merusak retina mata, karena cahaya yang sangat terang membanjiri retina di belakang bola mata.

Ketika mata menerima stimulasi cahaya matahari yang berlebihan, retina akan melepaskan luapan zat kimia komunikasi yang dapat merusak retina. Kerusakan ini terkadang tidak terasa menyakitkan, sehingga kita tidak menyadari apa yang telah terjadi pada mata kita.

Namun ini hanya berlaku di saat matahari perlahan tertutup bulan, di mana sinar matahari masih kelihatan. Ketika matahari sudah tertutup penuh oleh bulan, yaitu saat gerhana total sudah mencapai puncaknya (dan ini hanya untuk Gerhana Matahari Total), maka melihat korona atau mahkota matahari secara langsung tanpa penghalang tidak akan menyebabkan kerusakan pada mata. Dan setelah itu, saat matahari akan tersibak kembali, maka dianjurkan menggunakan pelindung mata kembali, agar retina mata tidak rusak.

Lalu apa istimewanya GMT ini? GMT merupakan sebuah fenomena alam yang sangat langka. Terjadinya juga tidak berlangsung lama, bisa sekitar 3 sampai 7 menit saja. Jika dapat menyaksikan langsung peristiwa langka ini, tentu menjadi sebuah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Untuk saya sendiri, selain mengabadikannya dalam bentuk foto dan video, mengulas GMT ini di blog akan menjadi kepuasan tersendiri. Membagikan cerita dan foto-foto yang saya dapatkan langsung dari daerah yang akan dilalui oleh GMT, akan lebih memiliki nyawa dibandingkan menulis berdasarkan cerita orang atau berita-berita  di berbagai media. Mudah-mudahan saya bisa menyaksikan langsung peristiwa istimewa ini. Amiin… *berdo’a yang kenceng 

Oya, lanjut ke cerita GMT. Gerhana Matahari Total ini sebenarnya terjadi tiap 18 bulan sekali, namun tidak di lokasi yang sama. Untuk di lokasi yang sama di bumi, GMT hanya terjadi tiap 360 tahun sekali.

Nah dengar kabar, katanya beberapa wilayah di Indonesia bakal dilewati oleh GMT, yang diramalkan akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 besok. Bisa dibayangkan tahun berapa lagi Indonesia bakal dilalui oleh GMT, sekitar 360 tahun lagi! Makanya GMT tahun ini tidak boleh sampai disia-siakan.

Wilayah di Indonesia yang akan dilewati GMT diantaranya adalah (sebagian area) Lubuk Linggau, Palembang, Toboali, Koba, Manggar, Tanjung Pandan, Palangkaraya, Balikpapan, Sampit, Palu, Poso, Ternate, Tidore, Sofifi, Jailolo, Kao, dan Maba. Daerah lain di Indonesia masih bisa menyaksikan gerhana, namun tentu saja tidak akan total seperti daerah yang dilalui GMT ini.

Peristiwa bersejarah ini tentu saja tidak akan dilewatkan oleh masyarakat kita. Bahkan wisatawan mancanegara pun datang berkunjung untuk menyaksikan, dan ikut mengabadikan peristiwa luar biasa ini. Semua wilayah yang akan dilewati GMT bakal ramai dengan wisatawan domestik dan mancanegara.

Hal ini pun disadari oleh pemerintah kita. Pemerintah memanfaatkan momen ini untuk menjaring wisatawan, baik turis maupun para peneliti yang bermaksud untuk meneliti GMT. Pemerintah daerah melakukan berbagai acara, seperti lomba foto, pentas seni, atraksi budaya, gelar kuliner, seminar pariwisata, dan banyak lagi yang lainnya, agar wisatawan yang datang berkunjung dapat menyaksikan GMT sambil menikmati keindahan, kekayaan alam dan budaya yang ada di daerah tersebut.

Saya pun jika diberi rezeki untuk berkunjung ke daerah yang bakal dilewati GMT, selain mengabadikan GMT nya sendiri, juga bakal manfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali potensi yang ada di daerah tersebut, seperti budaya, keindahan alam, kuliner, dan lain-lain. Dan yang pasti saya akan berusaha agar tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam di daerah tersebut. Semoga wisatawan lain yang datang berkunjung juga dapat berperilaku seperti ini. Amiiin 

 

 

Sumber referensi :

 

 

 

 

Tips Memilih Rumah atau Kontrakan

Kamu baru saja mendapat kerjaan baru yang tempatnya jauh dari rumah orangtua? Kamu yang biasa tinggal dengan orangtua, terpaksa harus ngontrak rumah agar bisa dekat dengan tempat kerja? Atau memang kamu niat pisah rumah dari orangtua agar bisa belajar mandiri? Atau hendak memulai hidup baru dengan pasangan di rumah kontrakan? Atau lagi rehab rumah? Atau memang belum bisa beli rumah? Mungkin itu sebagian dari alasan orang ingin mengontrak rumah.

Apapun alasanmu, minumnya tetap teh…eh, maksudnya dalam memilih kontrakan atau membeli rumah, hendaklah memperhatikan beberapa hal penting ini agar kamu tidak menyesal saat kamu sudah membeli rumah atau tinggal di rumah kontrakan yang telah kamu pilih.

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan tersebut adalah, pertama dari segi keamanan dulu. Ini menjadi yang pertama karena bagaimanapun keamanan tempat kontrakan atau rumah yang bakal kamu tinggali sangat berpengaruh pada kondisi jiwamu, nah lho!

Iya, karena dengan tinggal di tempat yang tidak aman, suka kehilangan barang, kemalingan, perampokan, tentu akan membuat pikiranmu menjadi tidak tenang. Mau tidur susah, karena kepikiran takut ada maling, mau di tinggal pergi juga gelisah, karena takut rumahmu bakal diacak-acak maling. Yang ada rasa khawatir terus membelenggu pikiranmu. Jadi perhatikan apakah wilayah atau daerah yang bakal kamu tinggali tersebut benar-benar aman.

Setelah tidak ada masalah dari segi keamanan, bagian kedua yang musti kamu cari tahu adalah apakah wilayah tersebut rawan banjir atau tidak. Tau sendiri kan kalau banjir kamu bakal kerepotan menyelamatkan perabotanmu, bakal repot keluar rumah, bakal repot membersihkan rumahmu yang kotor setelah banjir surut, dan banyak lagi hal merepotkan dan merugikan lainnya yang bakal kamu dapatkan.

Nah, yang ketiga adalah ketersediaan air bersih. Pastikan kamu memeriksa air di kamar mandi atau dari kran yang ada di rumah atau kontrakan tersebut. Pengalaman saya ketika mencari kontrakan, tak jarang mendapatkan air dari kran yang keruh atau berbau.

Pernah saya memaksakan diri tinggal di kontrakan yang persediaan airnya jernih tapi berbau (seperti bau besi berkarat) karena perkiraan saya setelah saya lama tinggal di sana, bau air akan berkurang atau bahkan bisa hilang. Namun kenyataannya setelah beberapa bulan tinggal di sana, tidak ada perubahan terhadap bau airnya. So, sebaiknya menanyakan hal ini pada calon tetanggamu juga πŸ˜€

Untuk masalah listrik, pastikan juga meterannya nggak suka ‘byaar preet’ alias suka jatuh karena nggak kuat menahan beban hidup, eh maksudnya beban pemakaian listrik. Jadi tanyakan kapasitas listriknya berapa. Sebagian rumah kontrakan, ada yang hanya memasang satu meteran untuk beberapa rumah kontrakannya. Jika kamu tidak keberatan dengan meteran yang dipakai barengan, maka hal ini tidak akan jadi masalah πŸ™‚

Satu hal lagi yang perlu kamu perhatikan dalam mencari rumah atau kontrakan adalah akses dari rumah tersebut ke berbagai fasilitas umum. Apakah rumah atau kontrakan tersebut jauh dari pasar, dari sekolah bagi yang sudah punya anak, atau dari jalan raya yang dilintasi oleh kendaraan umum. Karena bagaimanapun juga kamu akan butuh semua itu agar tidak kerepotan saat mengerjakan segala aktifitasmu. Walaupun kamu punya kendaraan pribadi, sebisa mungkin lebih dekat dengan fasilitas umum akan lebih baik lagi kaan πŸ˜€

Dan yang terakhir tentu saja masalah harga. Jangan sampai ‘besar pasak dari pada tiang’. Lebih besar uang yang musti kamu keluarkan untuk membayar kontrakan dari penghasilanmu. Yang ada penghasilan yang kamu terima dari  capeknya kamu bekerja, habis untuk membayar kontrakanmu saja πŸ˜€

Hal-hal lainnya seperti masalah saluran air atau jamban yang macet, atau ukuran dan model rumah kontrakan, ketersediaan jaringan telekomunikasi atau bahkan tetangga yang usil, bisa kamu amati dan periksa sendiri saat kamu melihat-lihat rumah yang bakal kamu tinggali. Eh, dan bahkan kamu juga bisa mengamati si pemilik kontrakan, apakah orangnya baik atau usil, dari cara ia bersikap dan bicara padamu. Mempunyai pemilik kontrakan yang baik, lumayan berpengaruh pada kenyamanan kamu saat tinggal dikontrakannya nanti, hehe….

Mungkin ada sebagian orang yang tidak terlalu memperdulikan beberapa hal yang saya jelaskan tadi. Namun ada juga orang yang bahkan mungkin lebih detil dari saya saat mencari  rumah kontrakan. Beberapa tips dalam mencari rumah kontrakan yang saya tuliskan ini merupakan tips dasar yang banyak digunakan orang dalam mencari kontrakan. Oya, beberapa dari tips ini juga bisa digunakan saat mencari dan membeli rumah. Semoga bisa membantu πŸ™‚

 

 

Sumber gambar : sophiavilla.indonetwork.co.id 

Waspada, Jangan Simpan Barang Berharga Dalam Bagasi di Bandara!

Dulu, dulu sekali, saya beranggapan bahwa bandara di Indonesia merupakan satu-satunya tempat paling aman dari segala bentuk tindak kriminalitas. Pengamanan yang super ketat dan berlapis-lapis, membuat transportasi udara ini menjadi salah satu pilihan saya untuk bepergian jauh (selain alasan waktu tempuhnya yang terbilang cepat).

Namun, image itu sontak buyar ketika saya mulai mendengar kabar yang tidak mengenakkan dari pengalaman teman-teman saya ketika berada di bandara. Mulai dari pemaksaan untuk membeli asuransi, jasa pembungkus koper, jasa porter, hingga koper yang rusak dan hilang.

Belum lagi beberapa tahun yang lalu, seorang artis papan atas Indonesia, Agnes Monica, lewat akun sosial medianya, menceritakan kejadian yang menimpanya ketika berada di salah satu bandara di Indonesia. Bahwa koper miliknya yang ditaruh di bagasi, ia terima dalam kondisi gembok yang rusak.

Kasus ini sempat heboh waktu itu. Namun pihak bandara membantah kabar tersebut, dan mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan tanggung jawab dari maskapai penerbangannya, bukan pihak bandara. Walaupun begitu, kabar ini tetap membuat saya sedikit was-was.

Lalu ada lagi berita mengenai seorang penumpang yang kemalingan di dalam pesawat. Tas yang ditaruhnya dalam kompartemen yang terletak di atas tempat duduknya hilang. Ternyata maling sekarang sudah naik kelas, bukan lagi beraksi di bus-bus dan kereta, namun sudah mulai naik pesawat!

Bisa dipastikan, si maling ini sudah mengincar tas dari calon korbannya ini sejak di ruang tunggu. Oya, di ruang tunggu pun harus hati-hati terhadap semua barang bawaan, jangan sampai ditinggal begitu saja. Apalagi kalau di dalamnya terdapat benda berharga. Selalu bawa barang-barang kamu ke mana pun kamu pergi.

Balik lagi ke cerita keamanan barang yang kita titipkan dalam bagasi di bandara. Kemarin saya baru saja mendengar berita yang menghebohkan yang terjadi di salah satu bandara di Indonesia. Bahwa, koper yang dititipkan salah satu penumpang pesawat di bandara, ternyata kemalingan.

Barang berharga yang terdapat di dalam koper hilang, padahal koper dalam keadaan rapi, tidak rusak sedikitpun. Setelah diselidiki, ternyata ini merupakan ulah dari beberapa oknum yang bekerja di bandara.

Seperti yang saya kutip dari berita tersebut, bahwa oknum yang membongkar tas ini sudah bekerja sama dengan oknum lainnya yang bekerja di bagian pemeriksaan X-Ray. Sehingga mereka tahu koper mana yang menyimpan benda berharga di dalam kopernya.

Setelah itu, oknum pun menjalankan aksinya dengan cara membuka resleting koper menggunakan besi kecil seperti jarum. Setelah resleting koper terbuka, ia pun menjarah benda berharga yang terdapat di dalamnya. Selanjutnya untuk menutup kembali resleting tesebut dengan rapi, si oknum cukup menggeser resleting yang di gembok. Dan si pemilik koper pun tidak akan tahu bahwa kopernya habis dijarah 😦

Parah banget, sekarang tidak ada yang aman. Kita lah yang harus hati-hati dan lebih waspada, dengan menjaga sendiri barang-barang berharga kita. Sebaiknya jika harus menyimpan koper di bagasi, jangan sampai menyimpan barang-barang berharga kita di dalamnya. Taruh barang berharga di dalam tas yang selalu bersama kita.

Jikapun harus menaruh tas di atas kopartemen yang terdapat di dalam pesawat, taruhlah tas tersebut di atas kita dan terjangkau dalam pengawasan kita, sehingga tas nya bisa selalu terpantau. Atau bisa juga berjaga-jaga dengan memakai pembungkus koper (wrapping) yang bisa kita dapatkan di bandara. Walaupun cara ini tidak bisa menjamin seutuhnya keamanan koper kita. Tetap cara yang terbaik adalah dengan menyimpan barang berharga dalam tas yang kita bawa sendiri.

Dengan maraknya tindakan kriminal yang terjadi saat ini, apalagi di saat musim mudik, sebaiknya kita lebih berhati-hati dengan benda-benda berharga yang kita bawa, dan waspada terhadap lingkungan di sekeliling kita. 

 

Sumber foto : uniqpost.com

 

Adat β€˜Menjemput’ Mempelai Pria di Padang Pariaman

Setiap masyarakat di Indonesia memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda. Saya pernah mendengar tradisi ngaben di Bali, karapan sapi di Madura, Nujuh bulan di Jawa, dan banyak lagi lainnya. Oya, ada juga tradisi ‘Uang Menjemput’ pengantin pria di Padang Pariaman.

Padang Pariaman merupakan salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang terletak di sepanjang pesisir pantai Laut Hindia, dan terletak di sebelah utara kota Padang. Banyak tradisi unik dan menarik yang terdapat di Padang Pariaman ini. Selain tradisi ‘Uang Menjemput’ juga ada satu tradisi yang sangat terkenal, yaitu ‘Tabuik’, yang merupakan sebuah arak-arakan peti pusaka yang kemudian di buang ke laut.

Entah sejak kapan tradisi ‘Uang Menjemput’ untuk pengantin pria ini di mulai. Namun ada yang mengatakan bahwa tradisi ini dilatar belakangi oleh munculnya semacam kecaman kepada perempuan di Padang Pariaman yang sudah cukup umur, namun belum juga menikah. Sehingga para Ninik Mamak (paman dari mempelai perempuan) merasa harus mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini.

Awalnya tradisi ‘Uang Jemput’ ini hanya berlaku untuk para pria yang mempunyai gelar di Padang Pariaman, seperti gelar Sutan, Bagindo dan Sidi. Para pria yang memiliki gelar dianggap sebagai pria yang dihormati dan memiliki silsilah yang jelas di sana. Para Ninik Mamak perempaun yang ingin agar ponakannya bisa menikah dengan orang terhormat pun kemudian meminang calon menantunya dengan ‘iming-iming’ uang agar pinangannya diluluskan.

Biasanya kesepakatan mengenai ‘Uang Jemput’ ini dilakukan antara Ninik Mamak di kedua belah pihak. Seiring dengan perkembangan jaman, para Ninik Mamak tidak lagi melihat calon menantunya berdasarkan gelar adat, namun beralih ke gelar pendidikan yang di sandang dan juga pekerjaannya.

Semakin banyak gelar pendidikan yang di sandang serta semakin bagus pekerjaan yang dimilikinya, maka ‘Uang Jemput’ untuk si calon pengantin pria ini akan semakin tinggi pula. Semua tergantung dari kesepakatan para Ninik Mamak. Ninik Mamak dari pihak pria bisa menolak pinangan dari pihak perempuan, jika ‘Uang Jemput’nya tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Banyak masyarakat dari daerah lain yang memadang aneh tradisi ini. Menurut mereka hal ini tergolong tidak lazim. Mereka menganggap bahwa pria di Pariaman seperti ‘dibeli’ oleh pihak perempuan. Ada juga yang menganggap ini seperti merendahkan kaum perempuan, karena harus mengeluarkan sejumlah uang/ barang untuk mendapatkan calon suaminya.

Tapi ada juga yang beranggapan sebaliknya, tradisi ini malah seperti merendahkan kaum pria, karena kaum pria dibeli, maka para pria ini dianggap seperti ‘orang yang dibeli’ yang nantinya bisa diperlakukan sekenanya. Banyak sekali pendapat diluaran yang menganggap tradisi ini tidak pantas.

Seperti kisah salah seorang muda mudi yang hidup di Padang Pariaman. Mereka sudah lama berpacaran. Yang perempuan berasal dari keluarga biasa, sedangkan yang pria dari keluarga berada. Mereka akhirnya tidak bisa menikah karena pihak perempuan tidak sanggup memberikan ‘Uang Jemput’ pada pihak pria. Ini sungguh menyedihkan, seperti kisah Romeo dan Juliet yang tidak bisa bersatu karena berbeda harta dan kedudukan 😦

Tak jarang kemudian si pria yang kadung suka sama sang perempuan, menyiasati hal ini. Dia memberikan sejumlah uang/ barang pada si perempuan secara diam-diam. Dan kemudian si perempuan akan menggunakannya sebagai ‘Uang Jemput’ untuk meminang pihak pria πŸ™‚

Seiring dengan perkembangan jaman, tradisi ‘Uang Jemput’ ini mulai berkurang. Para Ninik Mamak yang sudah berpikiran modern, tidak lagi menggunakan cara atau tradisi ini, karena menganggap tabu masalah ‘Uang Jemput’. Mereka biasanya sudah sepakat untuk membagi sama rata semua biaya perhelatan yang hendak dilangsungkan. Seperti misalnya pihak pria menyediakan semua perabotan dan pihak perempuan yang menyediakan pestanya. Bahkan ada juga pihak pria yang menyiapkan semuanya, baik perabotan maupun untuk pesta.

Namun tidak dapat dipungkiri, tradisi ‘Uang Jemput’ ini masih berlangsung hingga sekarang. Beda daerah, beda pula adat dan tradisinya. Kewajiban kita semua untuk menghormati semua tradisi dan adat yang ada. Semua tergantung dari pasangan tersebut untuk menyiasati tradisi ini, agar tetap bisa melangsungkan pernikahan, tanpa harus melanggar adat dan tradisi di daerahnya πŸ™‚

 

Sumber foto : jelajahunik.blogspot.com

Mengenalkan Anak Puasa Sejak Usia Dini

Puasa merupakan salah satu ibadah yang wajib ditunaikan oleh seluruh umat muslim, setiap bulan Ramadhan. Puasa dalam artian umum adalah menahan diri dari segala hal yang masuk ke dalam mulut, baik makanan dan minuman, maupun dari perbuatan dan bicara yang tidak benar. Sedangkan pengertian puasa menurut syariah Islam adalah menahan dari apapun yang membatalkan puasa (perbuatan dua anggota badan, yaitu perut dan kelamin), disertai dengan niat untuk berpuasa, mulai dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.

Nah, bagi yang sudah memiliki anak, mungkin akan berpikir, sejak kapan sih anak mustinya dikenalkan dengan puasa? Masing-masing orangtua biasanya mempunyai target usia yang berbeda-beda dalam mengenalkan puasa pada anaknya.

Ada yang sudah mulai mengajarkan anaknya puasa pada usia 2 tahun, ada yang 3 tahun, bahkan ada orangtua yang baru mengajarkan anaknya berpuasa saat anaknya mulai duduk di bangku SD πŸ˜€

Sebenarnya, menurut saya, tidak ada patokan usia untuk mulai mengajarkan anak berpuasa. Namun jika anak sudah mulai tahu apa itu puasa (biasanya sih usia 3 tahunan), setidaknya mulailah ajak dia untuk berpuasa. Tidak harus full hingga bedug magrib lho! πŸ™‚

Awalnya bisa dengan mengajak si kecil untuk sahur bersama. Dengan ikut sahur bersama, biasanya si kecil akan semangat untuk ikut-ikutan puasa.

Lakukan secara bertahap. Misalnya ajarkan si kecil untuk berpuasa sekitar 3 hingga 4 jam. Lalu keesokan harinya ditambah lagi sejam, hingga 6 jam, begitu seterusnya hingga anak bisa full puasanya sehari.

Mengajarkan si kecil berpuasa dengan usia sedini mungkin, yaitu sekitar usia 3 tahun akan lebih baik lagi, sehingga ia akan terbiasa untuk berpuasa di tahun berikutnya. Dan saat dia berusia 7 tahun sudah bisa puasa penuh selama bulan Ramadhan.

Mengajarkan si kecil puasa pastilah punya tingkat kesulitan yang beragam pula, tergantung anak dan juga orangtuanya. Ada anak yang sangat mudah untuk diajak berpuasa, ada pula yang sulit. Ada orangtua yang sudah mengajarkan anaknya berpuasa di usia dini, dan ada pula yang merasa tidak tega mengajarkan anaknya berpuasa di usianya yang masih balita.

Beberapa anak ada yang perlu diberikan semacam suntikan ’semangat’ agar ia mau berpuasa. Suntikan seperti iming-iming akan diberikan hadiah jika bisa berpuasa penuh, dan iming-iming lainnya yang menjadi kesukaan anak itu sendiri. Dan bagi sebagian anak, mengajarkan si kecil berpuasa dengan cara seperti ini biasanya sangat ampuh πŸ˜€

Namun, cara seperti ini sebaiknya hanya diberikan pada si kecil pada usianya yang masih balita ya. Seiring dengan bertambahnya usia si kecil, sebaiknya cara seperti ini mulai dikurangi, agar si kecil tidak terbiasa berpuasa dengan imbalan πŸ™‚

Karena usianya yang mulai bertambah besar, si kecil biasanya sudah mulai mengerti dan bisa kita ajarkan berpuasa karena Allah, dan merupakan kewajiban bagi kita umat muslim untuk berpuasa.

Namun dengan bertambahnya usia si kecil, biasanya dia juga mulai bersikap kritis dan mengajukan banyak pertanyaan pada orangtuanya. Seperti anak saya, yang mulai ceriwis, jika jarum jam sudah menunjukkan pukul 3 sore πŸ˜€ Di saat perutnya mulai terasa lapar, ia akan mengeluarkan komentar-komentar yang kadang bikin saya geli sendiri. Begini beberapa komentarnya :

“Ma, perut Wawa dah laper banget nih! Nggak kuat lagi puasa. Ntar kalo Wawa nggak makan, trus Wawa mati, gimana?”

“Ma, kenapa sih Allah menyuruh kita nggak boleh makan?”

“Eh Ma, Allah puasa juga nggak sih? Emang Allah nggak tau ya kalau kita nggak makan, perut kita jadi lapar?”

Belum lagi celetukan ponakan :

“Yayan hali ini puaca tante. Yayan tadi ciang cuma minum dikiiit doang kok!”

Anak-anak yang masih polos dengan berbagai komentar yang kadang bikin kita geli πŸ˜€ Namun sebagai orangtua, kita harus mampu menjawab semua pertanyaan si kecil dengan baik, sesuai dengan kemampuan nalarnya.

Orangtua pun harus konsisten saat mengajarkan si kecil berpuasa. Usahakan bagi ibu yang lagi ‘tidak berpuasa’ untuk tidak makan di depan anaknya yang lagi belajar puasa. Apalagi kalau anak tersebut belum mengerti mengenai hal-hal yang tidak memperbolehkan orang untuk berpuasa. Kalau saya sih, termasuk yang nggak tega makan atau pun minum di depan anak saya yang lagi berpuasa. Bahkan dia juga nggak tahu kalau ibunya lagi nggak puasa. Saking inginnya menghormati si kecil yang lagi berpuasa, saya ikutan puasa makan (minum tidak, hehe). Alhamdulillah, hingga hari ini anak saya belum ‘bolong’ puasanya dan tanpa imbalan πŸ™‚

 

Serunya Buka Puasa Bersama Komunitas Blogger

Sudah berapa lama yaa saya bergabung di Komunitas Blogger Reporter Indonesia? Sepertinya belum begitu lama, tak selang beberapa hari sejak saya memiliki blog dan mulai belajar menulis di sana pada awal tahun 2012 silam.

Saat itu saya bergabung dengan berbagai macam komunitas blogger. Namun terlihat jelas kalau Komunitas Blogger Reporter Indonesia sedikit berbeda dengan komunitas blogger lainnya. Apanya sih yang beda? Di Komunitas Blogger Reporter Indonesia, semua anggotanya tidak boleh main-main dengan peraturan yang telah ditentukan. Jika melanggar, admin pun tak akan segan-segan untuk bertindak tegas. Tak pandang bulu, tak peduli itu teman karib admin sendiri atau bukan.

Selama ini saya mengenal beberapa anggota Blogger Reporter Indonesia hanya lewat dunia maya, yaitu lewat chatting atau komentar-komentar yang saya baca di grup BRID. Namun akhirnya saya bisa juga bertatap muka dengan anggota BRID lainnya, pada acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Blogger Reporter Indonesia di Restoran Warung Daun Cikini tadi sore.

Bertemu langsung dengan teman-teman maya ini merupakan satu kesenangan tersendiri. Karena kita bisa bertukar cerita dari A sampai Z, bersenda gurau (tanpa perlu capek-capek mencari huruf Q dan tanda seru di keyboard, hihi).

Acara yang dipandu oleh mas Ulish Anwar ini di mulai sekitar pukul 5 sore. Sebelum mas Hazmi Srondol,  Founder dari Blogger Reporter Indonesia memberikan kata sambutan, sekitar 10 orang teman-teman BRID di minta testimoninya mengenai Komunitas Blogger Reporter Indonesia.

Nah, di sini nih, suasana sedikit heboh dan penuh gelak tawa, karena beberapa orang teman memberikan testimoni dengan cara yang kocak πŸ˜€ Namun intinya, semua mengatakan bahwa  Blogger Reporter Indonesia merupakan komunitas yang sangat disiplin, tegas dan berani. BRID juga memberikan mereka informasi serta undangan yang sangat menarik. Serta BRID mendidik mereka menjadi blogger yang benar-benar professional.

Walaupun banyak yang mengeluhkan bahwa BRID terlalu banyak peraturanlah atau terlalu disiplinlah, namun bagi saya itu sah-sah saja dilakukan oleh pengurus BRID. Semua peraturan itu dibuat tentulah dengan pertimbangan yang matang, dan yang pasti tidak mungkin bermaksud untuk menyusahkan para anggotanya. Semua peraturan yang dibuat tentulah ditujukan demi kebaikan komunitas dan juga anggota itu sendiri.

Bagi saya sikap pengurus BRID ini, ibarat sikap orangtua yang ingin membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Orangtua yang penuh dengan perjuangan, supaya keluarga mereka menjadi keluarga yang baik dan sukses kelak. Orangtua pun membuat berbagai peraturan agar anak-anaknya hidup dengan cara yang terarah. Dan untuk menerapkan peraturan itu dengan baik, orangtua haruslah bertindak tegas pada anak-anaknya.

Seperti yang diungkapkan oleh Dr. Ruli Nasrullah, M. Si Dsn GI, M.JI, atau yang kerap disapa Kang Arul pada saat mengisi ceramah menjelang bedug magrib, dengan tema ‘Pembangunan Karakter’. Bahwa untuk menjadi seorang blogger yang baik dan professional, diperlukan sikap yang berani, sikap respek terhadap blogger lain, serta bisa memberikan inspirasi bagi orang banyak. Menurut Kang Arul lagi, Blogger bukanlah pekerjaan sampingan, namun merupakan sebuah profesi.

Kang Arul juga berpendapat bahwa tulisan blogger itu ibarat tetesan air pada batu. Walaupun kecil, namun pelan-pelan dapat mengikis batu yang keras.

Ketika sedang asyik mendengarkan ceramah dari Kang Arul, tiba-tiba saja saya dikejutkan dengan kehadiran Ibu Yenny Wahid. Semua langsung heboh dan tiba-tiba ingin berfoto bersama beliau (kasihan Kang Arul, jadinya dicuekin, hihi).

Namun lagi-lagi berkat ketegasan para pengurus, situasi ini bisa langsung terkendali, dan keadaan kembali tertib seperti semula (Alhamdulillah yah Kang, hehe).

Sebelumnya, saya juga melihat kehadiran Ibu Amy Atmanto, seorang perancang busana terkenal di Indonesia. Kutipan manis dari Bu Amy, yang saya kutip dari Mas Ulish adalah bahwa ‘Tak ada wanita yang tidak cantik. Yang ada adalah wanita yang tidak tahu bagaimana menjadikan dirinya cantik.’

Alhamdulillah, akhirnya adzan magrib berkumandang. Walaupun pengurus BRID tegas dan disiplin, namun itu tidaklah menjadikan mereka pengurus yang kaku dan membosankan. Semua pada ramah-ramah dan kocak. Apalagi dengar celetukan dan banyolan dari Kang Arul, semua dibikin ngakak olehnya πŸ˜€ Suasana yang akrab penuh kekeluargaan pun bisa terlihat saat kami bersantap sambil mengobrol, tak jarang disertai dengan gelak penuh kegembiraan.

Komunitas blogger itu ibarat rumah blogger yang bisa memberikan kita banyak manfaat, asalkan kita bisa bertindak dan bersikap dengan baik dan benar. Semoga komunitas blogger semakin terus berkembang, terus menjalin silaturrahmi, serta memberikan banyak ilmu dan manfaat untuk kemajuan para anggotanya. Mohon maaf lahir dan batin yaa πŸ™‚

 

 

Dokumentasi : Pribadi

Kartu Kredit, Perlu Nggak Sih?

Kartu Kredit… kartu kredit… kartu kredit. Sepertinya membahas kartu yang satu ini akan selalu menjadi topik yang menarik sepanjang waktu. Ada yang suka, ada yang nggak. Ada yang terpaksa bikin karena butuh, ada yang dengan senang hati bikin karena benar-benar tertarik, namun tak jarang yang mengatakan bahwa mereka tidak akan bikin dan juga tidak akan menggunakan kartu kredit.

Sebenarnya saya sudah pernah membahas mengenai kartu kredit ini di blog saya yang satu lagi. Yaitu mengenai alasan orang menggunakan kartu kredit. Intinya, orang suka menggunakan kartu kredit adalah karena alasan efisien. Efisien, karena nggak perlu bawa-bawa uang tunai yang tentunya banyak mengandung resiko. Walaupun menurut saya sebenarnya kita masih bisa menggunakan kartu debit atau ATM, hehe.

Alasan lainnya adalah banyaknya program-program cicilan dengan bunga 0%, sehingga tak jarang, orang yang tertarik untuk memiliki kartu kredit. Ada juga program diskon, seperti makan di resto tertentu dengan menggunakan kartu kredit A, maka akan dapat diskon 20%. Atau menginap di hotel B, belanja di Supermarket C dan lain sebagainya, dengan penawaran diskon yang dapat membuat orang kepengen untuk membuat kartu kredit.

Itu mungkin alasan bagi mereka yang benar-benar tertarik untuk memiliki kartu kredit. Namun ada juga yang terpaksa membuat kartu kredit, karena keadaan yang memaksa mereka melakukannya. Seperti adik saya, yang dulunya kekeuh tak akan menggunakan kartu kredit. Namun karena kebutuhan akan tivi kabel plus internet, membuat dia akhirnya harus memiliki kartu kredit. Karena salah satu syarat dan metode pembayaran yang dipakai untuk memasang tivi kabel A yang menjadi pilihannya haruslah dengan kartu kredit πŸ˜€

Atau ada juga yang mau tidak mau, karena diharuskan oleh kantornya untuk kebutuhan pekerjaan, atau alasan profesional. Ada juga yang harus bikin kartu kredit, karena ketika jalan-jalan keluar negeri, beberapa tempat penginapan dan resto yang ada di sana hanya mau menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit. Kan berabe juga kalo sampai nggak bisa bayar penginapan karena nggak punya kartu kredit πŸ˜€

Dan sampai sekarang yang belum atau tidak menggunakan kartu kredit pun masih banyak, termasuk saya, hihi. Mungkin karena sampai saat ini, belum ada keadaan atau situasi yang membuat saya harus membuat kartu kredit πŸ˜€

Namun ada juga segelintir orang yang menggunakan kartu kredit dengan alasan gengsi dan sekedar pamer. Ingin menunjukkan pada orang sekitarnya, bahwa dia termasuk dalam golongan orang yang mampu. Hehe, tapi mudah-mudahan tak banyak yang seperti itu yah! Karena itu tidak akan ada manfaatnya juga πŸ˜€

Jadi menurut saya nih ya, jika ingin membuat kartu kredit, janganlah karena ikut-ikutan saja. Teman-teman pada punya kartu kredit, eh ikut-ikutan juga bikin, karena malu jika nggak punya kartu kredit. Walaupun merasa diri kita mampu, namun jika tidak digunakan atau tidak memberi banyak manfaat, mungkin perlu dipikirkan lagi alasan untuk memiliki kartu kredit (btw, ini terserah keinginan masing-masing sih :D)

Yang bikin miris, jika ternyata tidak sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, tapi malah maksa untuk punya kartu kredit. Bisa-bisa stress saat melihat tagihan kartu kredit. Apalagi kalo sampai nunggak, waduuuh…nggak kebayang deh! 😦

Menurut pendapat saya, mungkin sebaiknya tidak cepat tergoda untuk  punya kartu kredit, jika benar-benar belum butuh banget, atau emang nggak sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Jika pun sudah mempunyai kartu kredit, musti pinter-pinter mengendalikan keinginan untuk blanja blinji. Selagi masih bisa, nggak ada salahnya menggunakan kartu ATM atau kartu debit aja πŸ˜€

Dan yang penting lagi nih, bayarlah tagihan kartu kreditnya tepat waktu, biar nggak nambah gede tagihannya πŸ˜€ Trus hati-hati juga saat menggunakan kartu kredit. Jangan sampai sembarangan memberikan kartu kredit pada orang lain. Saat ini sedang banyak kejahatan dengan metode penipuan menggunakan kartu kredit ini. So, perhitungkan lagi kemampuanmu, kebutuhan serta manfaatnya bagi kamu jika ingin memilki kartu kredit πŸ™‚

 

Sumber Ilustrasi : smart-money.co